Wanita muda berseragam overall merah itu dengan sigap mengarahkan mobilku ke counter premiumnya. Aku pun mengikuti arah yang ditunjukkan. Dan setelah aku mematikan mesin mobil, wanita berseragam tadi pun menyapa.
“Selamat pagi, bu” sapanya ramah.
“Pagi, tolong isi penuh ya” balasku.
“Dimulai dari nol, ya bu” kata wanita itu lagi dengan mantap.
“Oke” jawabku setelah melirik ke panel counternya sebentar.
Wanita itu pun dengan sigap mengeset panelnya dan memasang selang bahan bakar ke tangki mobil.
Sambil menunggu tangki terisi penuh, aku mengamati tempat itu. Luar biasa. Dulu, pompa bensin adalah tempat yang kumal dengan dekorasi seadanya atau bahkan tanpa dekorasi sama sekali. Petugasnya pun berpakaian sembarangan dan biasanya kotor seperti montir bengkel. Jangankan konfirmasi “dimulai dari nol, ya Pak/Bu”, sapaan pun tak ada. Hari ini sungguh terlihat perubahannya. Wanita petugas di hadapanku mengenakan overall dan topi yang bersih dan berwarna merah cerah. Sapaan selamat datang, “dimulai dari nol, ya Pak/Bu” yang menjadi standard Pertamina mengalir lancar dari bibirnya. Dia pun tampak profesional, sigap dan yakin melaksanakan tugasnya tanpa ragu-ragu atau kesulitan. Pertamina memang telah berubah.
“Klik, ” bunyi tuas selang menyadarkan lamunanku. Setelah tangki mobil benar-benar penuh, aku pun menyerahkan beberapa lembar uang kepadanya.
“Harganya sekian, kembaliannya sekian ya Bu” kata wanita itu meminta konfirmasi.
“Oke” jawabku.
“Silakan Bu, ” katanya sambil menyerahkan uang kembalian. “Terima kasih, selamat jalan”
“Terima kasih juga mbak” kataku sambil membalas senyumnya.
Hmm, pagi yang cerah dan bertemu dengan orang-orang yang melayani dengan empati sungguh mengawali hari ini dengan sempurna.